MotoGP MotoGP regulations MotoGP rider market Acosta ke VR46, Fabio Di Giannantonio, Franco Morbidelli, Kontrak Pembalap, MotoGP 2027, Musim MotoGP 2027, Pablo Nieto, Pedro Acosta, Perubahan Regulasi MotoGP, Regulasi MotoGP 2027, VR46, VR46 Academy, VR46 Ducati, VR46 Racing Team, VR46 Ranch, VR46 Riders Academy doko 0 Comments
VR46 Siap Hadapi MotoGP 2027: Perubahan Regulasi dan Kontrak Pembalap Jadi Fokus Utama!
VR46: MotoGP 2027? “Kami Harus Siap untuk Segalanya”
Dengan sebagian besar pembalap MotoGP berstatus bebas transfer pada tahun 2027, tim VR46 dihadapkan pada sejumlah keputusan penting. Perubahan regulasi yang signifikan membuat mereka harus beradaptasi dengan cepat.
MotoGP akan mengalami perubahan besar pada tahun 2027. Mesin akan beralih ke 850cc, ride-height devices dilarang, dan Pirelli akan menggantikan Michelin sebagai pemasok ban tunggal. Namun, pasar pembalap juga berpotensi mengalami perubahan besar. Hanya tiga pembalap yang diketahui memiliki kontrak hingga akhir tahun ini.
Tim VR46 termasuk di antara tim yang kedua pembalapnya, Fabio di Giannantonio dan Franco Morbidelli, akan habis kontrak di akhir musim. Situasi ini memaksa tim untuk mulai melakukan persiapan dan negosiasi lebih awal.
VR46 Memulai Diskusi Kontrak Lebih Awal
Kepala tim VR46, Pablo Nieto, mengungkapkan kepada Crash.net bahwa diskusi internal telah dimulai. “Ya, kami sudah mulai berbicara. Semuanya terjadi lebih awal. Saya bisa mengerti karena pada tahun 2027, 90% pembalap akan berstatus bebas transfer,” ujarnya.
“Dari ’25 ke ’26, bisa dibilang sedikit membosankan! Tidak banyak yang terjadi. Tapi ’26 ke ’27 akan menjadi perubahan besar di MotoGP. Jadi, kami harus siap untuk segalanya,” tambahnya.
Prioritas VR46: Memberi Kesempatan kepada Pembalap Saat Ini
VR46 sempat melakukan pembicaraan awal dengan Pedro Acosta musim lalu, sebelum pembalap Spanyol itu berkomitmen untuk satu tahun lagi di KTM. Nieto mengakui bahwa pintu tetap terbuka untuk Acosta, tetapi menekankan bahwa prioritas VR46 adalah memberi kesempatan kepada pembalap mereka saat ini untuk mengamankan masa depan mereka di lintasan.
“Kami ingin mencoba mempertahankan pembalap yang sama, karena pada akhirnya kami ingin memberikan kesempatan [untuk mendapatkan hasil bagus] kepada pembalap kami,” kata Nieto. “Tapi Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Jadi, kami harus mencoba melakukan yang terbaik, mencoba memiliki pembalap terbaik. Dan kami fokus pada itu.”
Di Giannantonio, yang membalap dengan mesin spek pabrikan, dikontrak langsung oleh Ducati, sementara pembalap Academy, Morbidelli, dikontrak langsung oleh VR46. Keduanya finis di urutan keenam (di Giannantonio) dan ketujuh (Morbidelli) dalam klasemen MotoGP 2025, dengan total gabungan 13 kali finis di posisi tiga besar.
Tim satelit Ducati yang didukung pabrikan ini akan meluncurkan livery balap baru mereka tahun 2026 di Roma pada hari Rabu.




Post Comment