MotoGP MotoGP regulations MotoGP rider market aerodinamika motogp, Akuisisi MotoGP, Americas MotoGP, Analisis MotoGP 2025, Aprilia MotoGP, Aragon MotoGP, Aruba Racing Ducati, Aruba.it Ducati, Aruba.it Racing Ducati, Austin, Austin Cindric, Austria MotoGP, Austrian MotoGP, Balapan MotoGP, Balapan MotoGP 2025, Barni Ducati, Barni Spark Ducati, Cedera Marc Marquez, Dominasi Ducati, Ducati, Ducati 916, Ducati Corse, Ducati GP24, Fabio Quartararo, GRT Yamaha, Kelemahan Yamaha, Marc Marquez, McAMS Racing Yamaha, McAMS Yamaha, Mesin Yamaha 2025, Monster Energy Yamaha MotoGP, MotoGP Americas, OMG Yamaha, Pata Maxus Yamaha, Pata Yamaha, Persaingan Sengit, Perubahan Yamaha doko 0 Comments
Fabio Quartararo Rindukan Persaingan Sengit dengan Marc Marquez di MotoGP: Bukan Sekadar Perebutan Podium!
Fabio Quartararo Rindukan Persaingan Sengit dengan Marc Marquez di MotoGP
Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, baru-baru ini mengungkapkan sebuah pengakuan menarik. Alih-alih mengingat pertarungan sengitnya dengan Marc Marquez untuk meraih kemenangan, ia justru merindukan duel yang terjadi di posisi yang jauh dari podium. Momen tersebut terjadi pada MotoGP Amerika 2022 di Austin.
Meskipun Quartararo dikenal sering bersaing ketat dengan Marquez pada musim debutnya yang gemilang di MotoGP 2019, di mana ia lima kali menjadi runner-up di belakang pembalap Repsol Honda tersebut, duel di Austin 2022 memiliki kesan tersendiri baginya. Kala itu, mereka berdua berebut posisi keenam.
Bukan Sekadar Perebutan Podium
“Pertarungan di tahun 2019 memang bagus karena memperebutkan kemenangan, tapi saya lebih memilih yang tahun 2022 di Austin, di mana kami bertarung sangat ketat. Itu sangat menyenangkan. Saya merindukannya,” ujar Quartararo.
Pada balapan tersebut, Marquez, yang dikenal sebagai ‘Raja COTA’ (Circuit of The Americas), mengalami masalah teknis yang membuatnya start dari posisi ke-24. Namun, dengan semangat juang tinggi, ia mampu merangsek naik dan terlibat dalam duel seru dengan Quartararo di lap-lap terakhir.
Kilasan Balik MotoGP Americas 2022
Marquez, yang baru kembali balapan setelah absen di Mandalika dan Argentina akibat masalah penglihatan ganda, menunjukkan performa impresif sepanjang balapan. Ia bahkan sempat mencatatkan lap tercepat dan menyalip beberapa pembalap, termasuk Quartararo.
Meskipun Quartararo sempat menyalip Marquez, keduanya akhirnya finis di posisi keenam dan ketujuh, hanya terpaut 0.143 detik. Pertarungan sengit ini menjadi bukti bahwa persaingan di MotoGP tidak hanya tentang perebutan podium, tetapi juga tentang semangat juang dan determinasi untuk meraih hasil terbaik.
Kembalinya Marc Marquez ke performa terbaiknya pada tahun 2025, dengan meraih gelar juara dunia bersama tim Ducati, menjadi bukti ketangguhannya. Sementara itu, Fabio Quartararo terus berjuang untuk mengembalikan kejayaannya bersama Yamaha.




Post Comment