MotoGP MotoGP regulations MotoGP rider market 0.0001g, Aerodinamika, aerodinamika motogp, Akuisisi MotoGP, Americas MotoGP, Analisis MotoGP 2025, Aprilia, Aprilia Factory Racing, Aprilia MotoGP, Aprilia Racing, Aprilia RS 660, Aprilia RS-GP25, Aprilia RSV-4, Aprilia RSV4, Aprilia Trackhouse, Aragon MotoGP, Austria MotoGP, Austrian MotoGP, Balapan MotoGP, Balapan MotoGP 2025, Elektronik, Elektronik Motor, Engineer Elektronik, Fabiano Sterlacchini, IN Competition Aprilia Racing, Musik Elektronik, RS-GP25, Traction Control, Wheelie Control doko 0 Comments
Aprilia MotoGP 2026: Perburuan Elektronik dan Aero Hingga ‘0.0001g’
Aprilia MotoGP 2026: Mengejar Kesempurnaan Elektronik dan Aerodinamika
Dengan pembekuan desain mesin untuk tahun terakhir era MotoGP 1000cc, Aprilia mengalihkan fokus utama mereka pada pengembangan elektronik dan aerodinamika untuk motor RS-GP 2026 mereka. Technical Director Aprilia, Fabiano Sterlacchini, mengungkapkan strategi tim dalam upaya mencapai performa maksimal.
Fokus Elektronik: Kepercayaan Diri Rider dan Akselerasi Mikroskopis
Sterlacchini menekankan pentingnya elektronik yang lebih stabil untuk meningkatkan kepercayaan diri pebalap. “Anda bisa memiliki performa setinggi apa pun, tetapi jika motor sulit dikendalikan hingga batasnya, pebalap akan selalu menyisakan margin, yang pada akhirnya membuat mereka lebih lambat,” jelasnya.
Pengembangan difokuskan pada traction control, khususnya saat keluar tikungan dan saat memasuki tikungan. Memanfaatkan ban belakang secara optimal saat pengereman memungkinkan pebalap mengerem lebih lambat, meningkatkan efektivitas saat menyalip dan memperbaiki catatan waktu putaran.
Selain itu, Aprilia juga berupaya untuk menghaluskan wheelie control dan mencapai peningkatan akselerasi sekecil 0.0001g. “Semuanya harus presisi dan benar,” tegas Sterlacchini, menyoroti pentingnya detail kecil dalam persaingan ketat MotoGP.
Aerodinamika: Mencari Keseimbangan Optimal
Aerodinamika selalu menjadi kompromi antara downforce dan drag. Meningkatkan downforce depan biasanya akan meningkatkan drag. Namun, Sterlacchini menjelaskan bahwa Aprilia mencari cara untuk menghasilkan downforce yang lebih efisien dengan drag minimal. Drag sendiri, menurutnya, tidak selalu merugikan, terutama saat pengereman.
Tujuan Aprilia adalah “meregangkan selimut,” yang berarti mengoptimalkan perilaku aerodinamika di setiap fase balapan. Mereka ingin menghasilkan gaya aerodinamika yang produktif untuk performa tanpa harus membayar mahal dalam hal kecepatan tertinggi.
“Kami ingin menghasilkan drag saat pengereman, tetapi tidak saat motor melaju di trek lurus,” jelas Sterlacchini, menggambarkan tantangan kompleks dalam pengembangan aerodinamika.
Dampak Sterlacchini dan Harapan MotoGP 2026
Kedatangan Sterlacchini sebagai technical director memberikan dampak positif bagi Aprilia. RS-GP 2025 berhasil meraih empat kemenangan grand prix dan tiga kemenangan Sprint race, membawa Aprilia ke posisi terbaik kedua dalam klasemen konstruktor dan ketiga dalam klasemen pebalap. Dengan inovasi di bidang elektronik dan aerodinamika, Aprilia berharap dapat bersaing lebih ketat di MotoGP 2026.




Post Comment