Loading Now

Kimi Antonelli Balas Kritikan Helmut Marko Soal Keputusan Bergabung dengan Mercedes F1

Kimi Antonelli Bantah Kritik Helmut Marko Terkait Keputusan Mercedes

Kimi Antonelli membantah klaim Helmut Marko yang mengkritik cara Mercedes menangani debutnya di Formula 1 (F1). Antonelli menjelaskan bahwa Mercedes justru memberikan dukungan penuh padanya, meskipun menghadapi tekanan.

Kritik dari penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, muncul di masa jeda musim panas lalu. Marko menuding Mercedes menciptakan hype berlebihan terhadap pembalap muda sebelum mereka benar-benar membuktikan diri di lintasan. Ia juga mengkritik kurangnya lingkungan pengembangan yang tepat bagi Antonelli, berbeda dengan pendekatan Red Bull yang membina pembalap melalui tim junior.

Tekanan Awal dan Dukungan Mercedes

Antonelli mengakui bahwa bergabung dengan tim juara seperti Mercedes memang membawa tekanan tambahan. “Tentu saja, memulai langsung di tim papan atas tidak selalu mudah, terutama karena balapan untuk Mercedes adalah sebuah kehormatan besar,” ujarnya kepada media. “Tetapi, pada saat yang sama, Anda harus memberikan hasil, jadi terkadang Anda merasa sangat tertekan. Namun, saya sangat senang memulai karir F1 saya dengan Mercedes.

“Tentu saja ada masa sulit, tetapi tim selalu sangat mendukung. Saya sadar bahwa belum memberikan performa terbaik, terutama di beberapa balapan musim ini. Tahun ini adalah tentang belajar. Tujuan utamanya tetaplah untuk meraih kemenangan, tetapi yang terpenting adalah mempersiapkan diri untuk musim depan.

“Jika saya membalap di tim junior, mungkin tekanannya akan jauh lebih sedikit. Tetapi, saya sangat senang memulai di Mercedes karena saya bisa belajar banyak.”

Penyebab Inkonsistensi Performa Antonelli

Antonelli sebelumnya dikenal sebagai talenta muda yang menjanjikan, bahkan digadang-gadang sebagai penerus Lewis Hamilton di Mercedes. Ia berhasil meraih pole position di kualifikasi sprint Miami dan finis di podium Kanada. Namun, performanya cenderung inkonsisten dan kesulitan bersaing dengan rekan setimnya yang tampil impresif sepanjang musim 2025.

Mengubah Tekanan Menjadi Motivasi

Antonelli mengakui bahwa ia sempat kesulitan mengatasi ekspektasi tinggi di F1. “Biasanya, saya mencoba melihat tekanan sebagai hal yang positif. Saya selalu berusaha menerima tekanan karena ada ungkapan terkenal yang mengatakan ‘tekanan adalah sebuah kehormatan’ dan saya sangat setuju dengan itu. Anda harus mencoba menerima tekanan dan bahkan menjadikannya bahan bakar untuk berprestasi dan bersinar.

“Namun, ketika saya berjuang, saya tidak bisa mengatasi tekanan tersebut dengan baik, dan itu menjadi sedikit kemunduran bagi saya. Tapi ketika merasa baik dan percaya diri, tekanan justru bisa diatasi dengan lebih baik. Kanada adalah contoh bagus ketika berada di bawah tekanan dan berkat dukungan tim, saya bisa tetap tenang dan fokus pada apa yang harus dicapai.”

Post Comment

You May Have Missed