Formula 1 Alpine F1, Alpine F1 Team, Analisis F1, Anggaran F1, Arrow McLaren, Aston Martin F1, Audi F1, Balap Mobil, Balap Mobil Endurance, Balap Mobil Listrik, Balapan F1 2025, Balapan F1 Eropa, Ban F1, Berat Mobil F1, Gelar Juara Dunia, Juara Dunia, Juara Dunia F1, Juara Dunia F1 2025, Juara Dunia MotoGP, Kecelakaan MotoGP Qatar, Lando Norris, Max Verstappen, McLaren, McLaren F1, MotoGP Qatar, MotoGP Qatar 2025, Oscar Piastri, Perebutan Gelar Juara Dunia F1, Tim McLaren doko 0 Comments
Apa yang Dibutuhkan Lando Norris untuk Jadi Juara Dunia F1 di GP Qatar?
Apa yang Dibutuhkan Lando Norris untuk Jadi Juara Dunia F1 di GP Qatar?
Menjelang dua seri terakhir musim 2025, persaingan gelar juara dunia F1 semakin memanas. Meskipun didiskualifikasi dari GP Las Vegas, Lando Norris tetap berada di posisi terdepan untuk meraih gelar juara dunia F1 perdananya. Lalu, apa yang harus dilakukan Norris di GP Qatar agar bisa memastikan gelarnya?
Posisi Klasemen Sementara
Saat ini, Norris unggul 24 poin dari rekan setimnya, Oscar Piastri, dan Max Verstappen. Diskualifikasi McLaren di Las Vegas sempat membuat cemas, namun Norris masih memegang kendali. Dengan maksimal 58 poin yang tersedia dari GP Qatar dan Abu Dhabi (termasuk sprint race), persaingan akan sangat sengit.
Bagaimana Norris Bisa Mengunci Gelar di Qatar?
Norris dapat menjadi juara dunia F1 ke-11 dari Britania Raya pada akhir pekan ini di Qatar. Syaratnya sederhana: Norris hanya perlu mencetak dua poin lebih banyak dari para rivalnya untuk memastikan keunggulan tak terkejar, yaitu 26 poin, menjelang balapan terakhir di Abu Dhabi.
Misalnya, finis di enam besar pada sprint race, ditambah kemenangan di grand prix, akan cukup bagi Norris untuk mengamankan gelar juara dunia dengan satu balapan tersisa.
Peluang Piastri dan Verstappen
Meskipun diskualifikasi McLaren di Las Vegas sebenarnya menguntungkan Piastri, performanya sedang menurun. Piastri belum meraih kemenangan sejak GP Belanda dan membutuhkan keajaiban untuk bisa mengalahkan Norris. Ia realistisnya harus memenangkan kedua grand prix dan sprint race.
Sementara itu, Verstappen menunjukkan performa luar biasa di paruh kedua musim ini, berhasil memangkas defisit poin yang signifikan. Namun, untuk meraih gelar kelima berturut-turut, Verstappen membutuhkan sedikit keberuntungan dan performa yang sempurna. Kemenangan dominan di Las Vegas menjadi modal berharga baginya.
Verstappen sadar bahwa untuk memenangkan kejuaraan dunia kelima berturut-turut akan membutuhkan banyak keberuntungan. Jika dia berhasil mencapai hal yang tak terpikirkan itu, itu akan menjadi comeback terhebat dalam sejarah F1.




Post Comment