MotoGP MotoGP regulations MotoGP rider market aerodinamika motogp, Akuisisi MotoGP, Americas MotoGP, Analisis MotoGP 2025, Aprilia MotoGP, Aragon MotoGP, Aturan Restart, Austria MotoGP, Austrian MotoGP, Balapan MotoGP, Balapan MotoGP 2025, Berita MotoGP, Berita MotoGP 2025, Berita MotoGP terbaru, Cedera Marc Marquez, Francesco Bagnaia, Keselamatan Pembalap, Marc Marquez doko 0 Comments
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia Dukung Aturan Restart MotoGP: Lebih Aman, Tapi Pembalap Akan Lebih Mempertahankan Motor
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia Dukung Aturan Restart MotoGP: Lebih Aman, Tapi Pembalap Akan Lebih Mempertahankan Motor
Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, dan pembalap tim pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia, mendukung perubahan aturan restart motor di MotoGP yang akan dimulai pada musim 2026. Aturan baru ini bertujuan untuk meminimalisir risiko bagi petugas trek.
Aturan yang direvisi ini melarang upaya menyalakan kembali motor yang terjatuh di trek atau area run-off. Setelah kecelakaan, motor dengan mesin yang mati harus dipindahkan ke service road sebelum dicoba untuk dihidupkan kembali.
Perubahan ini akan memperpanjang waktu yang dibutuhkan pembalap untuk kembali ke balapan setelah terjatuh. Meski beberapa pihak berpendapat bahwa memindahkan motor ke service road akan meningkatkan risiko bagi petugas, aturan ini mengakhiri situasi dimana pembalap terus berusaha menyalakan motor yang sudah jatuh di tepi sirkuit, bahkan setelah beberapa kali gagal.
Perlu dicatat bahwa aturan ini hanya berlaku jika mesin motor mati. Jika pembalap berhasil menjaga mesin tetap menyala setelah terjatuh, mereka tetap diizinkan untuk melanjutkan balapan seperti sebelumnya.
Pendapat Marc Marquez dan Francesco Bagnaia tentang Aturan Baru
“Saya setuju, karena pada akhirnya ini lebih aman,” kata Marc Marquez. “Yang saya pahami, ini hanya berlaku jika mesin mati. Jadi, jika Anda mengalami kecelakaan kecil dan mesin tidak mati, Anda bisa bergabung kembali.”
Marquez, yang pernah marah ketika petugas hampir menjatuhkan motornya setelah kecelakaan saat latihan di Motegi tahun lalu, menambahkan: “Memang benar kadang-kadang akan sulit bagi petugas, tetapi jika aturannya mengatakan, ‘Jika motor mati, Anda tidak bisa bergabung kembali’, maka itu jelas. Jadi, ini lebih baik untuk semua orang.”
Francesco Bagnaia menambahkan, “Ini perubahan yang baik, saya pikir, untuk keselamatan.” Ia kemudian bercanda, “Sejujurnya, saya tidak pernah seberuntung Marc, motor saya selalu rusak ketika saya jatuh!”
Dampak Potensial Aturan Baru MotoGP
Salah satu dampak potensial dari aturan ini adalah pembalap akan berusaha lebih keras untuk mempertahankan motor mereka saat kecelakaan agar mesin tidak mati.
“Saya perlu lebih mempertahankan motor,” aku Bagnaia. “Tapi ini sesuatu yang saya coba pelajari, karena Marc jelas, seperti di Jerez tahun lalu, jatuh dan bisa menyala kembali untuk mendapatkan poin.”
“Anda tidak bisa mendorong [menghidupkan] motor jika mati. Tetapi jika masih menyala, Anda bisa. Jadi penting untuk mencoba menjaga [mesin] tetap menyala.”
Mempertahankan kendali saat motor meluncur keluar jalur meningkatkan risiko cedera bagi pembalap. Sementara itu, regulasi ini juga dapat menyebabkan tim menyesuaikan strategi anti-stall, menjaga mesin tetap berjalan lebih lama saat motor berada di sisinya.
Namun, hal itu perlu diimbangi dengan potensi kerusakan mesin.




Post Comment