MotoGP MotoGP regulations MotoGP rider market aerodinamika motogp, Akuisisi MotoGP, Americas MotoGP, Analisis MotoGP 2025, Aprilia MotoGP, Aragon MotoGP, Aruba Racing Ducati, Aruba.it Ducati, Aruba.it Racing Ducati, Austria MotoGP, Austrian MotoGP, Balapan MotoGP, Balapan MotoGP 2025, Barni Ducati, Barni Spark Ducati, Berita MotoGP, Berita MotoGP 2025, Berita MotoGP terbaru, Carlo Casabianca, Dominasi Ducati, Ducati, Ducati 916, Ducati Corse, Ducati GP24, Francesco Bagnaia, Valentino Rossi doko 0 Comments
Francesco Bagnaia Ungkap Nasihat dari “Panutan” MotoGP Valentino Rossi dan Carlo Casabianca
Francesco Bagnaia Ungkap Nasihat dari “Panutan” MotoGP Valentino Rossi dan Carlo Casabianca
Francesco Bagnaia mengungkapkan peran penting Valentino Rossi dan Carlo Casabianca dalam membantunya melewati masa sulit di musim MotoGP 2025. Setelah mengalami musim terberatnya sebagai pebalap pabrikan Ducati, Bagnaia mencari bimbingan dari para “panutan” tersebut untuk melakukan “reset” di musim dingin.
Bagnaia, yang selalu menjadi penantang gelar dalam empat tahun sebelumnya bersama Lenovo Ducati, bahkan meraih gelar juara dunia pada tahun 2022 dan 2023, mengalami kesulitan beradaptasi dengan Desmosedici GP25. Ia merasa kurang nyaman dan kesulitan menandingi performa rekan setim barunya dan bahkan Alex Marquez yang mengendarai motor spek tahun sebelumnya.
Performa Bagnaia semakin menurun seiring berjalannya musim, meskipun sempat menunjukkan kilasan performa terbaiknya di beberapa sirkuit seperti Motegi dan Sepang. Alhasil, ia terperosok ke posisi kelima di klasemen akhir, di belakang kakak beradik Marquez, Marco Bezzecchi dari Aprilia, dan bintang KTM, Pedro Acosta.
Mencari Bimbingan dari Sang Legenda
“Liburan membantu saya untuk melakukan reset,” ujar Bagnaia seperti dikutip dari Sky Italia saat peluncuran tim Ducati. “Dibandingkan masa lalu, saya mencoba untuk lebih disconnect dan meluangkan lebih banyak waktu untuk memikirkan diri sendiri.”
Ia menambahkan, “Pada tahun 2024, saya mendominasi tetapi kehilangan gelar juara dunia, jadi pada tahun 2025 saya mencoba melakukan pekerjaan yang berbeda yang berhasil di paruh pertama musim. Namun, selama kejuaraan, saya tidak pernah merasa nyaman di atas motor dan tidak mampu mengeluarkan 100% kemampuan saya.”
Tak mengherankan, Bagnaia kemudian mencari bimbingan dari mentornya, sang juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi, serta pelatih fisik VR46 Academy, Carlo Casabianca.
Nasihat dari Panutan
“Dua panutan saya selama periode ini adalah Valentino Rossi dan Carlo Casabianca. Mereka berdua telah melewati segala macam situasi di masa lalu, bahkan Vale pernah mengalami momen-momen sulit dan Carlo selalu bersamanya,” jelas Bagnaia.
“Mereka menyuruh saya untuk bahagia dan menikmati momen ini. Saya telah berada di puncak selama empat musim dan tahun lalu saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan. Ketika saya finis ke-3 atau ke-4, saya terlalu kritis terhadap diri sendiri. Terkadang Anda hanya perlu melihat sisi positifnya dan menganalisisnya dengan lebih baik.”
Bagnaia menambahkan, “Bahkan jika saya kesulitan, saya ingin menang dan saya tidak bisa melakukannya, jadi saya hanya harus tetap tenang dan mencoba untuk mendapatkan yang terbaik bahkan ketika saya kesulitan, itulah yang sedang saya kerjakan.”
Menghargai Hasil dan Menganalisis dengan Lebih Baik
“Ada saat-saat tahun lalu ketika tempat ketiga membuat saya marah. Ketika Anda kehilangan nilai dari hasil, Anda juga kehilangan jalannya,” kata Bagnaia. “Misalnya, di Argentina saya finis keempat. Itu adalah hasil yang bagus karena itu adalah yang terbaik yang bisa saya lakukan. Pada akhir kejuaraan, saya akan rela membayar untuk melakukannya lagi. Itu adalah sesuatu yang tidak memungkinkan saya bekerja dengan baik.”
Bagnaia menghadapi banyak kritik musim lalu. “Itu tergantung dari siapa asalnya; 90% dari itu tidak perlu,” katanya. “Ketika kritik itu konstruktif, tepat untuk mendengarkannya dan menyerapnya; ketika itu tidak berguna, tidak ada gunanya mempertimbangkannya.”
Bagnaia dan rekan setimnya, Marquez, akan memulai aktivitas trek MotoGP 2026 mereka pada tes resmi Sepang mulai 3-5 Februari.




Post Comment