MotoGP MotoGP regulations MotoGP rider market aerodinamika motogp, Akuisisi MotoGP, Americas MotoGP, Analisis MotoGP 2025, Anggaran F1, Aprilia MotoGP, Aragon MotoGP, Austria MotoGP, Austrian MotoGP, Balapan MotoGP, Balapan MotoGP 2025, DAO Racing Honda, Honda, Honda 250cc, Honda CBR1000RR-R, Honda HRC, Honda MotoGP, Honda Racing UK, Honda RC213V, Honda WorldSBK, Konsesi MotoGP, KTM, KTM RC16, KTM Tech3, LCR Honda, Pelanggaran Teknis, Pit Beirer, Tech3 KTM, Vinales KTM doko 0 Comments
Bos KTM MotoGP Sindir Kemajuan Honda di 2025: Anggaran Dua Kali Lipat!
Bos KTM MotoGP Sindir Kemajuan Honda di 2025: Anggaran Jadi Faktor Utama?
Persaingan sengit di MotoGP kembali memanas. Bos KTM Motorsport, Pit Beirer, baru-baru ini melontarkan komentar pedas mengenai peningkatan performa yang ditunjukkan Honda pada musim 2025. Beirer secara implisit menyindir bahwa anggaran yang lebih besar menjadi kunci keberhasilan Honda dalam mengejar ketertinggalan.
KTM Merasa Bangga Meski Tanpa Konsesi Lebih
Honda memang menunjukkan peningkatan signifikan di MotoGP 2025, bahkan mampu meraih satu kemenangan di GP Prancis dan beberapa podium di kondisi kering. Peningkatan ini didukung oleh regulasi konsesi yang memungkinkan mereka mengembangkan motor secara lebih intensif. Hasilnya, Honda hanya terpaut 87 poin dari KTM di klasemen konstruktor dan berhasil keluar dari posisi juru kunci dalam peringkat konsesi.
KTM, di sisi lain, mengalami musim yang kurang memuaskan. Mereka gagal meraih kemenangan selama tiga musim berturut-turut setelah melalui tahun 2025 yang cukup berat. Meskipun demikian, Beirer merasa bangga dengan pencapaian timnya, mengingat mereka mampu bersaing ketat dengan Honda meskipun tidak memiliki keuntungan regulasi konsesi yang sama.
“Orang-orang terkejut melihat Honda semakin dekat,” ujar Beirer seperti dikutip oleh Speedweek. “Tentu saja mereka semakin dekat karena mereka terus-menerus memasukkan fitur-fitur baru dan memiliki anggaran dua kali lipat.”
“Hal ini membuat saya semakin bangga dengan apa yang dicapai oleh tim kami. Honda telah mempersempit jarak, tetapi sama sekali belum menyalip kami,” tambahnya.
Keterbatasan Pengembangan Mesin Jadi Tantangan KTM
Menjelang musim 2026, KTM berharap dapat memulai dengan lebih baik. Namun, Beirer merasa bahwa pembekuan mesin yang diberlakukan pada pabrikan non-konsesi (selain Honda dan Yamaha) menjadi sebuah kerugian bagi timnya.
“Kerugian kecilnya adalah Honda dan Yamaha memiliki konsesi,” katanya. “Mereka dapat terus mengembangkan mesin mereka sepanjang waktu, sementara kami tidak bisa.”
“Kami tetap stagnan, sementara mereka dapat membuka dan mengembangkan lebih lanjut mesin mereka setelah setiap balapan. Kami, di sisi lain, balapan selama dua tahun dengan mesin yang sama, yang tidak dapat dimodifikasi,” keluhnya.
Komentar Beirer ini menunjukkan bahwa persaingan di MotoGP semakin memanas, tidak hanya di lintasan, tetapi juga di luar lintasan. Mampukah KTM mempertahankan posisinya di depan Honda pada musim 2026 mendatang? Kita tunggu saja!




Post Comment