Loading Now

Rapat Krusial Qatar: Apa yang Terjadi dalam Pembahasan Pedoman Balap F1?

Rapat Krusial Qatar: Apa yang Terjadi dalam Pembahasan Pedoman Balap F1?

Para pembalap Formula 1 bertemu dengan FIA menjelang Grand Prix Qatar untuk membahas serangkaian pedoman yang saat ini digunakan untuk menilai insiden balapan. Pertemuan ini diadakan pada tanggal 28 November 2025, menyusul beberapa kontroversi yang muncul sepanjang musim.

Pertemuan penting ini, yang diadakan setiap tahun, menjadi lebih menarik karena adanya perdebatan mengenai beberapa insiden kontroversial di musim 2025. Hukuman yang diterima Piastri di Grand Prix Sao Paulo memicu perdebatan tentang efektivitas, kebutuhan, dan potensi perbaikan pedoman saat ini.

Lima Insiden Utama yang Dibahas

Inti dari perdebatan ini adalah lima insiden spesifik yang terjadi selama musim 2025:

  • Tabrakan Piastri dengan Kimi Antonelli di Brasil terkait manuver menyalip dari sisi dalam.
  • Insiden Carlos Sainz dan Oliver Bearman di Monza terkait menyalip dari sisi luar.
  • Bentrokan Sainz dengan Liam Lawson di Zandvoort dan penerapan pedoman berkendara di tikungan panjang.
  • Lando Norris yang mendapatkan tiga pelanggaran batas lintasan saat mencoba menyalip Charles Leclerc di Austin.
  • Max Verstappen dan Leclerc di Mexico City karena meninggalkan lintasan dan mendapatkan keuntungan yang berkelanjutan.

Apa yang Diinginkan Para Pembalap?

Para pembalap, pada dasarnya, menginginkan kejelasan dan konsistensi dalam penerapan aturan. Beberapa bahkan mengusulkan penghapusan total pedoman balap F1. Selama pertemuan tahunan ketiga FIA, para steward menegaskan bahwa pedoman tersebut bukanlah regulasi, melainkan panduan. Penekanan yang lebih kuat diberikan pada penghormatan terhadap bendera kuning, dan diskusi tentang konsep tambahan untuk meningkatkan keselamatan juga dilakukan.

Poin-Poin Penting dari Pertemuan

  • Para pembalap lebih memilih agar sidang dilakukan setelah balapan jika steward merasa tidak semua elemen relevan tersedia pada saat insiden.
  • Ada kesepakatan bahwa pedoman tidak dapat mencakup setiap skenario, menekankan pentingnya seorang steward pengemudi yang berpengalaman di setiap panel.
  • Kemungkinan menambahkan panduan tentang bendera biru juga dibahas.

FIA menyatakan bahwa poin-poin yang diangkat akan menjadi dasar penyempurnaan DSG di masa depan, dengan berkonsultasi dengan GPDA dan Komisi Pengemudi FIA. Akan tetapi, disimpulkan bahwa tidak akan ada perubahan langsung pada dokumen pedoman standar mengemudi untuk dua putaran terakhir musim ini.

Post Comment

You May Have Missed